Site Loader
Rock Street, San Francisco

Transportasi berbasis online atau lebih dikenal dengan
sebutan ojek online merupakan suatu hal yang sedang sedang hangat dibicarakan
masyarakat. Di awal mula kemunculan transportasi berbasis online ini, banyak
masyarakat yang antusias dalam menggunakannya. Disamping harganya yang relatif
murah dibandingkan dengan transportasi umum yang sudah ada sebelumnya, cara
menggunakannya termasuk dalam kategori mudah. Kita hanya perlu menginstal
aplikasi ojek online, lalu memasukkan identitas kita, dan kemudian memesan
darimana dan mau kemana tujuan kita, setelah memesannya, para pengemudi ojek
online akan menjemput dan mengantar kita kemana pun tujuan kita sesuai dengan
yang ada di aplikasi. Tetapi, meskipun telah diberi kemudahan dalam mengakses, banyak
pro dan kontra yang ditimbulkan dari adanya ojek online yang beroperasi di
kalangan masyarakat.

Bukan hal baru lagi sejak awal boomingnya ojek online
menuai banyak protes dari kalangan pengemudi transportasi umum, seperti angkot
dan taksi yang melakukan unjuk rasa, dan terkadang sangat anarkis sehingga
melukai pihak lain. Mereka merasa bahwa semenjak kemunculannya, penghasilan
mereka semakin hari semakin berkurang dan merasa tersaingi berkat banyaknya
peminat ojek online. Oleh karena itu, Mentri Perhunungan membuat surat
pemberitahuan bahwa ojek online tidak dapat beroperasi lagi. Hal itu dibuat
dikarenakan tidak adanya undang – undang yang megatakan bahwa ojek online
merupakan salah satu transportasi umum (Ignasius Jonas, 2015)1. Pernyataannya
menuai banyak protes dari para pengguna ojek online, mereka merasa sudah cukup
nyaman dalam menggunakan ojek online. Karena, buruknya kondisi  transportasi umum, seperti angkot yang ada di
Indonesia, ditambah berdesak – desakannya para pengguna didalam angkot, dan
jika terburu – buru, masyarakat akan kesusahan untuk berpergian dengan tepat
waktu. Hal itulah yang membuat ojek online unggul dan dipilih sebagai jalan
alternatif dibandingkan dengan transportasi umum non-online di Indonesia. Karena
pernyataan Jonas mendapat banyak protes dari warga, ia memilih untuk mencabut
surat tersebut ditambah Presiden Joko Widodo turun tangan untuk menyelesaikan
masalah yang tidak pernah selesai ini, dan mengatakan bahwa ojek online dapat
beroperasi. Kembali beroperasinya ojek online saat ini, juga harus sesuai dengan
aspek administrasi dan legalnya peraturan yang dibuat pemerintah pada tanggal 1
November 2017 (Ridwan Kamil, 2017). Meskipun ojek online ditimpa banyak masalah
dimulai dari perizinan serta unjuk rasa dari pengemudi transportasi non-online,
peminat dan pengguna ojek online tidaklah surut bahkan selalu meningkat. Ini
dikarenakan, ojek online tersebut tidak hanya dapat mengantarkan pengguna ke
tujuan sesuai dengan yang dicantumkan di aplikasi, tetapi juga dapat memesan
makanan apa yang kita inginkan, lalu para pengemudi ojek online akan
mengantarkan makanan tersebut, tanpa harus datang ke restauran untuk mengantri
yang dapat membuang waktu dan tenaga. Tidak hanya dapat mengorder makanan, seiring
berjalannya waktu, aplikasi ojek online juga lebih memudahkan dalam bidang –
bidang lain. Kini, aplikasi ojek online sudah dapat membantu kita dalam
mengirimkan barang ke tempat lain, mengisi pulsa, dan lain sebagainya. Ditambah
dengan rewards yang ada membuat kita untuk mendapatnya dengan cara mengumpulkan
point membuat kita tergiur dan semakin tertarik menggunakannya. Hal – hal
tersebutlah yang tidak dapat dilakukan ojek berbasis non-online, sehingga
pengguna lebih memilih menggunakan ojek online.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dari sini, seharusnya pemerintah dan para pengemudi
transportasi non – online membenah diri, melihat banyaknya keunggulan yamg
didapat dari ojek online. Pemerintah harus dengan tegas membuat peraturan
tentang perizinan ojek online sehingga pihak lain tidak merasa dianak tirikan.
Namun, para pengemudi dan pemilik angkutan umum non-online juga harus melihat
bagaimana kondisi kendaraan yang mereka miliki, dengan semakin bagusnya
kendaraan yang ia miliki, tidak dipungkiri maka masyarakat akan tertarik untuk
kembali menggunakan transportasi non-online. Tetapi, jika dipandang luas dan
tidak hanya di satu sisi, banyak masyarakat yang membutuhkan transportasi
online karena mudah dijangkau, lebih murah dibandingkan dengan transportasi
umum non-online, dan juga kenyamajan serta keamanan merupakan hal yang sangat
diperhatikan oleh penyedia jasa transportasi berbasis online.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out