Site Loader
Rock Street, San Francisco

Tingkat kebutuhan masyarakat akan
protein hewani semakin hari semakin meningkat, untuk itu banyak dikembangkan
ternak sumber protein hewani salah satunya adalah burung puyuh, usaha
peternakan puyuh adalah usaha yang bergerak di bidang penyediaan daging dan
telur.  Menurut data Dirjen Peternakan
dan Kesehatan Hewan (2015) populasi puyuh di indonesia pada tahun 2011 mencapai
7,35 juta ekor, tahun 2012 sebanyak 12,23 juta ekor, tahun 2013 sebanyak 12,55
juta ekor, tahun 2014 sebanyak 12, 69 juta ekor dan tahun 2015 sebanyak 12,90
juta ekor.

Puyuh merupakan salah
satu unggas yang memiliki ukuran tubuh yang kecil dan memiliki banyak keunikan
diantaranya pertumbuhan relatif cepat, dewasa kelamin lebih awal, produksi
telur relatif tinggi dan interval generasi dalam waktu singkat (Susilorini,
2007).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Potensi
burung puyuh dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan peningkatan
pendapatan ekonomi masyarakat. Dalam pengembangan usaha peternakan burung puyuh
kendala yang terjadi adalah rendahnya produktifitas dikarenakan lambatnya
pertumbuhan. Pertumbuhan dapat dipengaruhi oleh efisiensi pakan. Ternak yang
memiliki pertumbuhan cepat efisiensi pakannya akan lebih baik daripada ternak
yang pertumbuhannya lambat (Rahmanto, 2012). Hal ini dipengaruhi oleh proses
pencernaan pakan, yang berkaitan dengan kondisi histologis dan kemungkinan
terdapat pebedaan histologis pada organ pencernaan.

            Untuk
meningkatkan produktivitas burung puyuh dapat dilakukan dengan perbaikan
kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan, efisiensi pakan dapat dilihat dari
pertambahan bobot badan dan aktivitas absorpsi saluran pencernaan. Organ
pencernaan merupakan perantara lingkungan eksternal dan internal yang memiliki
fungsi utama dalam pencerna dan penyerapan nutrien. Bagian dari usus halus yang
berperan dalam penyerapan adalah vili, sepanjang permukaan lumen usus halus
terdapat banyak sekali vili. Setiap vili mengandung pembuluh limfe yang disebut
lakteal dan pembuluh kapiler. Pada permukaan vili terdapat mikrovili yang
berfungsi dalam absorpsi hasil pencernaan (Sugito dkk., 2007)

            Pada
usaha peternakan, pakan merupakan aspek yang paling utama. Secara ekonomi,
pakan ternak sangat mahal dan dapat mencapai 70% dari biaya produksi sedangkan
dalam aspek biologis, pertumbuhan dan reproduksi maksimal akan didapat apabila
pakan yang diberikan memadai secara kuantitas dan kualitas. Produksi akan
efisien apabila pakan memiliki harga yang murah dan jumlahnya banyak serta
memiliki kandungan nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan ternak (Suprijatna
dkk, 2005).

            Tingginya
harga pakan ternak saat ini menyebabkan kerugian bagi para peternak, sehingga
dibutuhkan alternatif pakan yang secara kuantitas dan kualitasnya memenuhi
untuk kebutuhan ternak, salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah biji
kangkung darat. Setiap tahun, diperoleh biji kangkung sebagai waste product dari budidaya kangkung.
Dalam satu kali produksi dihasilkan biji kangkung yang tidak lolos seleksi yang
cukup banyak dan akan terus menumpuk apabila tidak dimanfaatkan sedangkan
protein terdapat dibagian reproduktif tumbuhan seperti biji dan daun. Kandungan
biji kangkung cukup dapat memenuhi kebutuhan ternak dengan kandungan protein 13,46%
dapat dijadikan sebagai pengganti dedak atau bungkil kelapa.

            Berdasarkan
hasil uji proksimat, biji kangkung mengandung protein kasar 13,46%, kadar air
10,45%, kadar abu 27,63%, serat kasar 15,87%, lemak kasar 2,32%, Ca 0,26%, P
0,85% dan energi metabolis sebesar 2.826 kkal (Data belum dipublikasikan). Dengan
adanya penelitian ini diharapkan biji kangkung dapat digunakan sebagai
alternatif pakan yang secara kuantitas dan kualitas dapat mendukung pertumbuhan
dan meningkatkan produktivitas dari puyuh. 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out