Site Loader
Rock Street, San Francisco

MAKALAH

TAHAP PERSIAPAN BERSAMA

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

“Menuju Masyarakat Modern yang Menjaga Ekosistem”

Oleh :

Muhammad Dhiya Ulhaq

270110170018

 

 

Fakultas Teknik Geologi

Universitas Padjadjaran

Sumedang, Jawabarat

2017

KATA PENGANTAR

           

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayh-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul “Menuju Masyarakat Modern yang Menjaga Ekosistem”.

            Penyusunan
makalah ini dimaksudkan sebagai syarat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah
Tahap Persiapan Bersama sebagai tugas akhir di semester 1 di Universitas
Padjadjaran. Saya menyadari bahwa keberhasilan dalam menyelesaikan makalah ini
tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu saya
mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada :

1.     
Kedua orang tua
saya.

2.     
Bapa dan Ibu dosen
selaku pengajar di TPB ruang 18.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu saya mengharapkan kritik
dan saran yang membangun untuk makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dalam
perkembangan SDGs 15.

 

 

 

 

 

 

Jatinangor, 12 Desember
2017

 

                                                   
                                   

                                                                                                      Muhammad Dhiya Ulhaq

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                                 i

DAFTAR ISI                                                                                                                           ii

BAB I Pendahuluan                                                                                                                  1

1.1  Latar Belakang                                                                                                       1

1.2  Rumusan Masalah                                                                                                   1

1.3  Tujuan                                                                                                                    1

BAB II Pembahasan                                                                                                                 2

2.1  Definisi Ekosistem Darat                                                                                         2

2.2  Komponen Pembentuk Ekosistem Darat                                                                 2

2.3  Jenis-jenis Ekosistem Darat                                                                         3

2.4  SDGs 15                                                                                                                5

2.5  Permasalahan Ekosistem Darat di Indonesia                                                            6

2.6  Solusi Masalah Ekosistem Darat                                                                             6

2.7  Pandangan Islam Mengenai Ekosistem Darat                                                           6

BAB III Penutup                                                                                                                      8

3.1   
Kesimpulan                                                                                                           8

3.2   
Saran                                                                                                                    8

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                              9

 

 

 

 

 

 

BAB I

Pendahuluan

1.1 
Latar Belakang

Ekosistem daratan merupakan tempat kita
tinggal dan hidup dunia ini. Peribahasa apa yang kita berikan adalah apa yang
kita dapat sangat cocok bagi kegiatan kita terhadap lingkungan. Sampai-sampai
kita melewati batas wajar melakukan sesuatu terhadap lingkungan sampai-sampai
lingkungan atau alam pun marah dengan keluarnya bencana.

Kita terkadang lupa untuk menjaga
kelestarian ekosistem daratan, padahal kita hidup di ekosistem ini. Apa yang
kita lakukan semestinya dapat menjaga ekosistem ini yang artinya kita juga
menjaga kelangsungan hidup kita ini.

SDGs ke 15 bertujuan untuk mengajak warga
dunia untuk dapat menjaga ekosistem tempat kelangsungan hidup kita semua. Hal
ini harus segera dilakukan tindakan untuk mengurangi hilangnya habitat alami
dan keanekaragaman hayati yang merupakan bagian dari warisan kita bersama.

1.2 
Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, tulisan ini secara khusus
akan membahas :

a.      
Apa yang dimaksud
dengan ekosistem?

b.     
Bagaimana
permasalahan ekosistem daratan di Indonesia?

c.      
Bagaimana upaya
yang dapat dilakukan untuk menangani permasalah tersebut?

d.     
Bagaimana
pandangan Islam mengenai lingkungan?

1.3 Tujuan

Dengan tersusunnya makalah ini, diharapkan mahasiswa
dapat memahami mengenai :

a.      
Definisi
ekosistem.

b.     
Permasalahan
ekosistem daratan yang ada.

c.      
Apa saja yang
dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan ekosistem daratan.

d.     
Pandangan Islam
terhadap lingkungan.

BAB II

Pembahasan

2.1       Definisi Ekosistem

            Ekosistem
adalah suatu system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak
terpisahkan antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan
juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsu
lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

2.2       Komponen Pembentuk Ekosistem   

Terdapat komponen pembentuk dalam suatu
ekosistem yaitu biotik dan abiotic. Istilah biotik biasanya digunakan untuk
menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Sedangkan abiotic merupakan komponen
tak hidup atau komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat
tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hiduo. Sebagian besar
komponen abiotic bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotic dapat
berupa bahan organic, senyawa anorganik, dan factor yang memengaruhi organisme,
yaitu :

1.     
Suhu. Proses biologi
dipengaruhi suhu. Mamalia dan ungags membutuhkan energy unruk meregulasi
temperature dalam tubuhnya.

2.     
Air. Ketersediaan
air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradapatasi terhadap
ketersediaan air di gurun.

3.     
Garam. Konsentras
garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa
organisme daratan beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.

4.     
Cahaya matahari.
Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap
cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan
yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat
peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.

5.     
Tanah dan batu.
Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi
mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber
makanannya di tanah.

6.     
Iklim. Iklim
adalah kondisi cuaca dalam jang waktu lama dalam suatu area, iklim makro
meliputi iklim global, regional dan local. Iklim mikri meliputi iklim dalam
suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

2.3       Jenis-jenis Ekosistem Daratan

Penentuan zona dalam ekosistem daratan
ditentukan oleh temperature dan curah hujan. Ekosistem daratan dapat dikontrol
oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu
ekosistem daratan berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat
berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran atau aktivitas manusia.

1.     
Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis terdapat di daerah
tropic dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun.
Spesies pepohonan relative banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang
lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi poho utama antara 20-40 m cabang-cabang
pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan
basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim langsung terdapat di sekitar
organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan
kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 derajat celcius. Dalam hutan
hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek
sebagai epifit. Hewannya antara lain kera, burung, badak, babi hutan, harimau,
dan burung hantu.

2.     
Sabana

Sabana dari daerah tropic terdapat di
wilayah dengan curah hujan 40-60 inci pertahun, tetapi temperature dan
kelembapan masih tergantung musim. Sabana yang terluas didunia terdapat di
Afrika; namun di Australia jua terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di
sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dna hyena.

3.     
Padang rumbut

Padang rumput terdapat di daerah yang
terbentang dari daerah tropic ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah
curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur,
porositas (peresepan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang
ada teridri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumout yang keduanya tergantung
pada kelembapan. Hewannya antara  lain:
bison, zebra, anjing liar. Serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus,
dan ular.

4.     
Gurun

Gurun terdpaat di daerah tropic yang
berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan
curah hujan rendah (25 cm per tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam
sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain
itu , di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohny
kaktus atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan
untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut,
ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nocturnal lain.

5.     
Hutan gugur

Hutan gugur terdapat di daerah beriklim
sedang yang memiliki empat musim, ciri-cirinya aalah curah hujan merata
sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s.d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan
yang terdapat dihutan gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung
pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak)

6.     
Taiga

Taiga terdapat di belahan bumi utara di
pegunungan daerah tropic, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah.
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer,
pinus dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan
hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang
bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

7.     
Tundra

Tundra terdapat di bumi sebelah utara di
dalam lingkarang kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Pertumbuhan tanaman d daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan
adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput
alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang
dingin.

8.     
Karst (batu
gamping/gua)

Karst berawal dari nama kawasan batu
gamping di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai
ciri-ciri yang hamper sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian,
sensitive terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori
aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh
pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman
aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.

2.4       SDGs 15

      Kehidupan
manusia bergantung pada tanah sama seperti kita bergantung pada laut untuk
bahan makanan dan mata pencaharian. Tumbuhan menyediakan 80 persen bahan
makanan untuk manusia, dan kita bergantung pada pertanian sebagai sumber
penting perekonomian dan alat pembangungan. Hutan meliputi 40 persen permukaan
bumi, dan merupakan habitat bagi jutaan spesies serta menjadi sumber air dan
udara bersih, dan juga sangat penting untuk melawan perubahan iklim.

Belum pernah kita melihat penurunan
kualitas tanah seperti aat ini, dan hilangnya tanah yang bisa ditanami mencapai
30 hingga 35 kali jumlah rata-rata dalam sejarah. Kemarau panjang dan perubahan
lahan menjadi guru juga meningkat tiap tahun, mencapai 12 juta hektar dan
memengaruhi komunitas miskin di seluruh dunia. Dari 8.300 hewan yang diketahui,
8 persen telah punah dan 22 persen berada di ambang kepunahan.

SDG berusaha melindungi dan memperbaiki
penggunaan ekosistem darat seperti hutan, rawa, lahan gunung pada 2020.
Mempromosikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan menghentikan penebangan
hutan juga sangat penting untuk menghentikan dampak perubahan iklim. Harus
segera dilakukan tindakan untuk mengurangi hilangnya habitat alami dan
keanekaragaman hayati yang merupakan bgian dari warisan kita bersama.

Melindungi hutan dan ekosistem lainnya adalah satu
dari 17 Tujuan Global yang tersusun dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan
2030. Dan pendekatan terpadu sangat penting demi kemajuan di seluruh tujuan.

2.5       Permasalahan Ekosistem Daratan di
Indonesia

            Permasalahan
yang sering terjadi di Indonesia mengenai ekosistem daratan adalah sering
terjadinya penebangan pohon liar untuk digunakan sebagai bahan-bahan baku.
Penebabangan pohon secara liar sering dilakukan agar terhindar dari izin kepada
negara. Selain itu sering terjadi kebakaran hutan yang disengaja. Hal ini
dilakukan untuk meratakan suatu lahan yang akan digunakan untuk keperluan
sesuatu. Selain itu juga manusia yang tidak bertanggung jawab sering melakukan
perburuan satwa langka yang dilindungi. Seperti badak diambil culanya, gajah
diambil gadingnya dll. Kegiatan tersebut dilakukan untuk penjualan hewan, organ
tubuh ghewan untuk mendapatkan uang yang banyak. Kegiatan-kegiatan diatas
apabila dilakukan terus menerus akan merusak keseimbangan ekosistem di wilayah
tersebut.

2.6       Solusi Masalah Ekosistem Daratan

            Kita
sebagai warga negara yang bijak seharusnya tidak melakukan hal-hal yang dapat
mengancam keseimbang ekosistem seperti memburu satwa liar yang dilindungi,
menebang pohon secara illegal, membakar hutan secara sengaja, membuang sampah
sembarangan. Selain itu juga pemerintah dapat melakukan pemantauan di setiap
cagar alam, suaka margasatwa dan hutan lindung agar tidak ada lagi pihak-pihak
yang merusak dan mengambil seenaknya. Selain itu juga hukuman dari
pelanggaran-pelanggaran tersebut harus lebih ditegaskan agar para pelaku
mendapatkan efek jera.

2.7             
Pandangan Islam Mengenai Ekosistem Daratan

Allah menjelaskan dalam Al-Quran tentang
kebesarannya menciptakan dunia dengan segala fungsinya untuk keberlangsungan
hidup manusia, selain itu juga terdapat seruan untuk menjaga lingkungan yang
terdapat pada :

1.     
QS. Al Mulk Ayat
15

2.     
QS. Al Mursalaat
Ayat 27

3.     
QS Ar Rum Ayat
41-42

4.     
QS Al A’raf Ayat
56-58

5.     
QS Al Baqarah Ayat
164

6.     
QS Sad Ayat 27-28

7.     
QS Yunus Ayat 101

???????? ????? ????????????????? ?????????? ????????? ?????? ???????????

Artinya : “dan Kami jadikan padanya
gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar” (QS.
Al Mursalaat Ayat 27)

Artinya : “Katakanlan : Perhatikanlah
apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah
dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”
(QS Yunus : 101)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
III

Penutup

3.1       Kesimpulan

Ekosistem daratan
merupakan tempat kita, manusia hidup di muka bumi. Maka dari itu kita juga yang
harus menjaga ekosistem daratan ini karena dengan menjaga ekosistem daratan
berarti menjaga kelangsungan hidup kita. Karena apabila kita tidak menjaganya
alam akan marah dengan memberikan peringatan kepada kita dengan munculnya
bencana.

            SDGs
15 bertujuan untuk melindungi, merestorasi dan meningkatkan pemanfaatan
berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan
penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan
keanekaragaman hayati. SDGs 15 harus segera terlaksana karena sebagai motor
terlaksananya SDGs yang lain.

            Saya
sebagai mahasiswa yang berasal dari jurusan teknik geologi, akan membantu
mensukseskan SDGs 15 “Ekosistem Daratan” dengan cara melakukan pemanfaatan
sumberdaya alam dengan efektif, tidak merusak lingkungan dan mengedepankan
pelestarian alam bukan hanya kepentingan pribai semata.

3.2       Saran

            Kita
sebagai rakyat Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah,
semestinya dapat menjaga kelestarian alam ini. Karena kelestarian alam inilah
yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita nanti. Apabila tidak apakah kita
mau mewariskan alam yang rusak kepada anak cucu kita nanti? Maka dari itu
marilah kita jaga alam Indonesia bersama-sama.

 

 

 

 

 

DAFTAR
PUSTAKA

Wikipedia, http:
//id.Wikipedia.org/Wiki/Ekosistem 31/12/17

Bappenas, sdgs.bappenas.go.id
/ekosistem-daratan

Hutagalung RA. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta.______. Hlm.
13-15

Campbell NA, Reece JB. 2009. Biology. USA. Pearson Benjamin Cummings.
Page. 415-419

Aryulina D, et al. 2004. Biologi SMA
untuk kelas X. Jakarta. Esis. Hlm. 211-215.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out