Site Loader
Rock Street, San Francisco

Indonesia
termasuk salah satu negara dengan jumlah penggunaan plastik terbesar kedua
setelah China. Hal ini disebabkan oleh angka populasi penduduk Indonesia yang
sangat tinggi. Semakin besar jumlah populasi penduduk di suatu negara, akan
semakin besar pula kebutuhan serta perilaku konsumtifnya. Hubungan antara
keduanya menjadi faktor penyebab utama tingginya jumlah penggunaan plastik di
Indonesia. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan tentunya memiliki upaya untuk
mengurangi jumlah tersebut. Oleh karena itu, kebijakan kantong platik berbayar
ini diberlakukan.

   I.2.
Tujuan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

       1. Mengurangi jumlah/ volume penggunaan
plastik di Indonesia.

2.
Mengefektifkan dan mengefisiensikan pemberlakuan kebijakan kantong

plastik
berbayar di Indonesia.

   I.3. Pertanyaan

1.
Sudah efektif dan efisienkah pemberlakuan kebijakan kantong plastik berbayar di
Indonesia?

 

   II. Isi

Pemberlakuan
kebijakan kantong plastik berbayar di Indonesia menemui respon yang beragam
dari berbagai pihak. Keputusan ini diwarnai dengan tanggapan pro dan kontra
dari masyarakat terkait. Pemberlakuan kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi
volume penggunaan plastik. Saya memilih pro dalam menanggapi kebijakan
tersebut. Menurut saya, kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik bagi
kita untuk mengubah mindset dan gaya hidup. Langkah kecil yang akan sangat
berdampak untuk kehidupan dan keadaan bumi di masa datang. Selain itu, jika
diterapkan secara berkelanjutan akan sangat berdampak bagi pengurangan
penggunan plastik di Indonesia.

 (KLHK,2016) mengklaim, uji coba kantong
plastik berbayar yang dilakukan, telah berhasil mereduksi 55% sampah kantong
plastik. Dengan menerapkan sistem penggunaanya berbayar sebesar Rp200,- .
Menurut saya sistem yang digunakan tidak terlalu efektif karena harga
Rp200,-  adalah nominal yang tidak begitu
mahal, apalagi kebijakan tersebut diterapkan di pusat perbelanjaan modern yang
latar belakang pembeli atau konsumennya adalah orang-orang menengah keatas.
Akan lebih efektif dan berdampak apabila harga yang dikenakan dalam sistem
tersebut lebih mahal diatas harga sebelumnya. Kondisinya akan berbeda jika satu
kantong plastik di banderol dengan harga yang lebih mahal, misalnya Rp5000,-
hal tersebut akan membuat masyarakat, untuk berpikir ulang dalam menggunakan
kantong plastik (Suci Handayani Harjono,2016).

 Selain dari sistemnya, menurut saya
pemberlakuan kebijakan kantong plastik berbayar tidak hanya diterapkan pada
pusat perbelanjaan modern saja. Karena penyumbang besarnya penggunaan plastik
tidak hanya datang dari pasar modern  ataupun dari kalangan menengah atas saja. Peluang
yang sama juga terdapat pada Pasar tradisional atau dari kalangan menengah
bawah. Efektifitas dampak yang didapat akan lebih besar jika memberlakukan
keadilan dalam penerapan kebijakan tersebut. Di sisi lain, penerapan kantong
plastik berbayar yang dilakukan pemerintah juga dianggap tidak konsisten karena
tidak melakukan penerapan pajak bagi perusahaan yang melakukan impor plastik.
Belum lagi, penerapan kebijakan ini hanya di pasar modern yang
  sudah menggunakan kantong plastik yang ramah lingkungan. Sementara,
di pasar tradisional yang juga banyak menggunakan kantong plastik yang dinilai
lebih berbahaya, tidak tersentuh dengan baik (Nadine Zamira,2016).

Selain
itu penerapan penggunaaan kantong berbayar tersebut juga menimbulkan pertanyaan
dari masyarakat mengenai kemana perginya uang tersebut. Seharusnya uang
pembayaran dari kantong plastik tersebut tidak masuk ke kantong para pengusaha.
Sewajarnya uang yang masuk dari masyarakat dalam kantong plastik berbayar, bisa
digunakan sebagai dana untuk mengembangkan program pengelolaan sampah yang
lebih baik di tiap daerah. Misalnya, menambah jumlah truk sampah dan membuat
program edukasi tentang sampah plastik. Sudah selayaknya uang yang diberikan
oleh masyarakat ini digunakan pula untuk kepentingan masyarakat (Nadine
Zamira,2016). Untuk itu perlu adanya badan yang ditugaskan oleh pemerintah
untuk mengelola dana publik tersebut sesuai dengan ketentuan.

Pemberlakuan
kebijakan kantong plastik berbayar itu juga harus didukung dengan adanya
sosialisasi pemerintah terhadap pihak masyarakat yang terkait dan edukasi lebih
lanjut mengenai sampah plastik, sehingga akan tercapainya tujuan-tujuan
pemberlakuan kebijakan kantong plastik berbayar dengan lebih efektif dan
efisien.

 I   III. Penutup

                
III.1. Kesimpulan

                                 Pemberlakuan
kebijakan kantong plastik berbayar ini merupakan langkah yang efektif untuk
mengurangi tingginya volume penggunaan plastik. Kebijakan ini telah berhasil
mereduksi 55% sampah kantong plastik di Indonesia. Jika diterapkan secara
berkelanjutan dan pengembangan pada sistem, tempat pemberlakuan, pengelolaan
menjadi lebih baik serta sosialisasi dari pihak pemerintah atas kebijakan
tersebut  akan tercapainya tujuan
pengurangan penggunaan plastik dengan lebih efektif dan efisien.

                 III.2.
Saran

                        Saran
saya terhadap kebijakan ini adalah pemberlakuan secara berkelanjutan dan
pengembangan terhadap sistem berbayarnya, tempat pemberlakuannya, serta
pengelolaan hasil dari pembayaran tersebut.

                 III.3.Solusi

                        Mengembangkan sistem berbayar yang awalnya
Rp200,- menjadi lebih mahal dari harga tersebut. Memberlakukan kebijakan tidak
hanya pada pasar modern tetapi juga pada pasar tradisional maupun warung-warung
kecil. Mengelola uang hasil pembayaran untuk mengembangkan program pengelolaan
sampah yang lebih baik di tiap daerah.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out