Site Loader
Rock Street, San Francisco

Dominico Savio Axel Novoselich

1401164374

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

MB 40 08

 

Tugas
Investment

Krisis ekonomi global pada tahun 2008 dan 2011

            Krisis ekonomi global pada tahun 2008 awalnya
terjadi karena krisis ekonomi Amerika Serikat yang berdampak pada seluruh
negara, termasuk Indonesia. Krisis di Amerika Serikat terjadi karena tingkat
konsumsi rakyatnya yang sangat tinggi, sampai pada akhirnya melebihi batas
kemampuan pendapatan mereka dan menimbulkan banyak hutang. Kerugian yang
terjadi di pasar bidang perumahan berdampak kepada lembaga keuangan yang
memberikan kredit, karena nilai investasi yang ada pada perusahaan tersebut
menurun drastic. Bahkan perusahaan besar seperti Goldman Sachs dan Lehman
Brothers harus bangkrut dan menutup usahanya.

            Krisis
ekonomi Amerika Serikat menyebabkan daya beli masyarakat menurun, padahal
Amerika Serikat sendiri merupakan konsumen terbesar bagi negara-negara
produsen. Hal tersebut menyebabkan turunnya aktivitas impor di negara Amerika
Serikat, yang artinya aktivitas ekspor negara produsen terhadap negara Amerika
Serikat juga menurun drastis. Tentunya dampak dari aktivitas ekspor impor ini
sangat berpengaruh bagi negara produsen yang kegiatan ekspornya mengandalkan
Amerika Serikat. Selain dari jatuhnya daya beli masyarakat, faktor lain yang
menyebabkan krisis ekonomi di Amerika serikat adalah menumpuknya hutang dan
penurunan pajak yang membuat pendapatan utama negara tersebut menurun.

            Krisis
ekonomi di Amerika akhirnya berdampak pada Indonesia, karena sebenarnya sistem perekonomian
di dunia ini saling berhubungan. Apabila suatu negara mengalami suatu masalah
perkonomian, pasti akan berdampak pada negara yang memiliki hubungan
perekonomian dengan negara tersebut. Apalagi yang mengalami krisis adalah
negara besar seperti Amerika Serikat. Dampak yang di rasakan Indonesia antara
lain terhadap nilai tukar, inflasi, kegiatan ekspor dan impor, dan sektor riil.
Pada akhir tahun 2008 sendiri, nilai tukar rupiah mencapai Rp. 10.000 per USD.
Kegiatan ekspor terhadap Amerika Serikat dan negara lain menjadi tertunda
akibat krisis ekonomi global, selain itu dengan melemahnya nilai rupiah maka
kegiatan impor bahan akan terhambat karena terjadinya kenaikan harga dari
bahan-bahan impor tersebut.

 

            Krisis ekonomi global tahun pada 2011
berawal dari krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara Eropa yang
menggunakan mata uang Euro. Hal tersebut dikarenakan hutang dari negara Yunani
yang kemudian merebak hingga hampir keseluruh negara di Eropa.

            Yunani
dibebani oleh hutang yang berat karena pemerintahnya yang menggunakan
pengeluarkan dengan membebankan hutang negara, dan juga manajemen budget
pemerintah yang tidak terkontrol menyebabkan kredit di negara tersebut menjadi
macet. Bank dan Lembaga keuangan sebagai penyedia kredit menjadi rugi sehingga
menyebabkan krisis di negara Yunani. Padahal di negara-negara Eropa memiliki
kondisi perekonomian yang tinggi, sehingga keterkaitan antar negara di Uni
Eropa cukup tinggi. Kesalahan Yunani ini akhirnya merambat hingga ke
negara-negara besar di Eropa, seperti Perancis dan Jerman.

            Euro
yang merupakan mata uang utama di Eropa, sehingga kasus di Yunani tersebut
telah menjatuhkan nilai Euro yang berdampak bagi hampir seluruh negara-negara
Eropa. Anggaran pemerintah mengalami defisit ditambah dengan hutang yang belum
terbayar. Kebijakan moneter menjadi tidak berfungsi karena tidak ada upaya
pemulihan dari pemerintah, selain itu perekonomian menjadi terhambat bahkan
merosot turun. Krisis ekonomi di Eropa juga bisa merambat hingga ke Amerika
Serikat dan Jepang, karena memiliki keterkaitan antar system perbankan.

            Indonesia
memiliki kekhawatiran terkena dampak dari krisis Eropa tersebut. Meskipun di
bidang finansial perekonomian Indonesia telah mengalami sedikit perubahan, akan
tetapi tidak besar. Berbeda halnya dengan jalur ekspor dan impor. Jalur ekspor
ke Eropa menjadi terhambat karena dari Indonesia akan disalurkan melalui China
barulah dikirim ke Eropa. Dalam kasus ini, China pasti terkena dampak dari
Eropa karena negara-negara di Eropa pasti akan mengurangi tingkat impornya,
sehingga China tidak bisa mengekspor barang ke Eropa. China sendiri yang
merupakan salah satu importir Indonesia pasti akan mengurangi aktivitas ekspor
impornya karena jalur utama untuk menuju ke Eropa sedang mengalami krisis,
sehingga hal tersebut membuat ekspor barang ke Eropa menjadi terhambat.

            Indonesia
juga salah satu negara yang mengandalkan investor asing, dan dengan adanya
krisis yang terjadi di Eropa dikhawatirkan investor asing akan mencabut
kontraknya. Dampak dari hilangnya kontrak dengan investor asing itu sendiri
adalah menurunnya pendapatan masyarakat dan juga berpotensi terjadinya PHK di
berbagai perusahaan. Tingkat kesejahteraan masyarakatpun akan menurun sehingga pembiayaan
dari pemerintah akan meningkat. Dikhawatirkan hal tersebut bisa memicu inflasi
meskipun tidak besar. 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out