Site Loader
Rock Street, San Francisco

Dalam beberapa dekade
terakhir, banyaknya industri perikanan besar yang bermunculan, berkembangnya
teknologi, munculnya peralatan canggih dan modern, serta kebutuhan manusia akan
uang membuat ikan menjadi semakin mudah ditangkap. Sayangnya, ketika mereka
melakukan penangkapan ikan secara besar-besaran, stok ikan mulai habis sehingga
baik nelayan biasa maupun industri perikanan besar harus menambah jangkauannya
hingga ke laut yang lebih dalam dan lebih jauh demi mendapatkan ikan. Para ilmuwan
dan peneliti bahkan melaporkan bahwa populasi ikan di bumi telah jatuh ke
tingkat yang dapat disebut krisis. Yang lebih buruk lagi, ekosistem laut pun
ikut terganggu akibat situas ini.

Daerah laut yang telah
mengalami over fishing dapat
diketahui dengan memperhatikan beberapa ciri khusus tertentu, antara lain yaitu
hasil tangkapan akan semakin berkurang, terutama tangkapan ikan berukuran
besar, selain itu para nelayan yang biasanya bisa menangkap ikan di daerah
tersebut berubah menjadi semakin jauh jarak daerah tangkapannya, serta tingkat
kejernihan air (salinitas) di tempat tersebut menurun karena rusaknya terumbu
karang. Jika digolongkan berdasarkan jenis kerusakan yang ditimbulkannya, over fishing dapat dibedakan menjadi over fishing yang menganggu tingkat
pertumbuhan ikan, over fishing yang
mengganggu regenerasi atau pembaharuan populasi ikan, economic over fishing yang mengincar ikan-ikan atau biota laut
langka yang hampir punah dan berdaya jual besar, serta over fishing yang merusak ekosistem daerah tangkapan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Jika berbicara tentang
isu over fishing, maka poin
terpenting yang menjadi kata kunci dalam kasus ini tentu saja adalah
penangkapan ikan. Penangkapan ikan sesungguhnya bukanlah sebuah masalah. Sejak
zaman dahulu, aktivitas penangkapan ikan telah menjadi budaya maritim dari
manusia di bumi sebagai penghuni planet yang lebih dari 70 persennya ditutupi
oleh air, dimana 97% dari air tersebut adalah air asin di samudera yang menjadi
rumah bagi populasi makhluk laut terutama ikan. Secara naluriah, penangkapan
ikan mulanya dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangannya, dan seiring
berkembangnya zaman, penangkapan ikan juga mulai dilakukan dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi. Namun pada perkembangan selanjutnya, penangkapan
ikan mulai berevolusi menjadi masalah ketika kegiatan tersebut dilakukan secara
berlebihan (over).

Hampir semua orang
senang mengonsumsi ikan. Ikan adalah sumber protein terbaik dan juga makanan
yang sangat sehat dinilai dari kandungan nutrisinya. Dan laut, tentu saja
adalah sumber ikan terbaik dan terbesar yang ada di bumi. Hingga beberapa
dekade yang lalu laut di bumi dipenuhi oleh berbagai jenis ikan, berbeda dengan
kondisi laut di zaman sekarang yang semakin sedikit jumlah dan jenis ikannya. Hal
tersebut tentu saja terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, baik faktor alamiah
yang berasal dari lingkungan laut itu sendiri ataupun faktor non alamiah yang
disebabkan oleh perbuatan manusia.

Secara umum,
penyebab-penyebab terjadinya over fishing
dapat dikelompokkan menjadi tiga. Yang pertama adalah overcapacity atau kelebihan kapasitas. Kelebihan kapasitas yang
dimaksud disini adalah kapasitas dari fasilitas untuk menangkap ikan. Di seluruh
dunia, banyak industri perikanan yang memiliki kapal-kapal raksasa serta
peralatan dan teknologi canggih yang mereka gunakan untuk menangkap ikan di
lautan. Dengan fasilitas-fasilitas tersebut mereka bisa bertahan di lautan
selama beminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Para ahli bahkan mengatakan bahwa
jika seluruh fasilitas menangkap ikan di dunia digabungkan, fasilitas-fasilitas
tersebut  sudah cukup untuk digunakan menangkap
ikan di empat planet seperti bumi. Ketidak seimbangan antara jumlah alat dan
jumlah ikan inilah yang mengakibatkan over
fishing terjadi.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out