Site Loader

Cilok merupakan jajanan yang sangat disukai anak-anak sekolah.Cilok menjadi jajanan yang paling disukai karena rasanya yang enak danmengenyangkan. Selain itu, harga cilok tidaklah mahal, dengan uang dua riburupiah kita dapat menikmati enaknya cilok. Cilok dapat dinikmati pada setiapwaktu dan suasana. Pada saat suasana terik maupun susana dingin akibat hujan.Penjual cilok bisanya ada di depan SDN Nusa Bangsa. Setiap hari sangatlah ramaidipenuhi pembeli hingga sang penjual tak kelihatan. Dari anak kelas satu sampaianak kelas enam selalu mengantre untuk membeli cilok.

Penjual cilok biasa akrabdi panggil Mang Ji. Mang Ji sudah berjualan di depan SDN Nusa Bangsa sejakLaras di kelas TK hingga sekarang Laras kelas enam. Mang Ji hanya berjualandengan gerobak persegi panjang yang berkaki lima.             Laras sangatmenyukai cilok buatan Mang Ji yang enak dan gurih. Ia selalu menyisihkanuangnya sebesar dua ribu rupiah untuk membeli cilok. Mang Ji menjual cilokdengan bumbu kacang, sambal, kecap, dan saos. Laras sangat menyukai cilokdengan bumbu kacang dan kecap.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Laras hanya akan berhenti makan cilok di hariMinggu atau ketika libur sekolah, selebihnya ia selalu membeli cilok buatanMang ji. Ibu Laras tidak pernah melarang Laras untuk makan cilok karena cilokbuatan Mang Ji yang terkenal enak juga menyehatkan karena ada campuran sayurdiadonan cilok.             Siang itu sehabispulang sekolah Laras ingin membeli cilok kesukaannya. Tetapi, pada hari itu adayang berbeda.

Biasanya anak-anak sudah mengantre di depan gerobak cilok MangJi. Namun, saat itu telihat sepi dan tak ada Mang Ji yang berjualan cilok. Disitu hanya terlihat penjual gulali, es krim dan siomay. Sedangkan mang Ji tidakterlihat diantara penjual jajanan di sana. Laras mulai mencari mang Ji disekitar penjual jajanan sekolah, namun laras tak menemukan gerobak cilok MangJi. Akhirnya Laras dengan perasaan kecewa memutuskan untuk pulang menaikisepeda kesayangannya, sebab rumah Laras dan sekolahnya cukup jauh. ****Kesokan harinya, Laras berangkat ke sekolah bersama Nayli temansekelas Laras yang juga tetangganya.

“Nay, kamu tau kenapa ya Mang Ji yang jualan cilok itu kok kemarintidak jualan? Padahal aku sangat suka ciloknya loh” kata Laras. “Mungkin Mang Ji pindah tempat jualan, Ras. Aku kemarin waktupulang sekolah mencarinya juga gak ketemu.

” jawab Nayli.Lalu terdengar suara bel tanda jam pelajaran akan dimulai. Larasdan Nayli segera masuk kelas. Percakapan mareka berdua berakhir ketika merekaberdua masuk kelas dan mengikuti pelajaran.

Jam pelajaran telah usai, saatnyaLaras dan Nayli pulang ke rumah. Seperti biasa Laras mencari Mang Ji penjualcilok kesukaannya. Namun Laras tidak menemukan Mang Ji. Lalu laras memberanikandiri untuk bertanya pada penjual jajanan yang lain yaitu pada penjual es krim,penjual es krim tersebut juga tidak tahu alasan Mang Ji tidak berjualan sejakkemarin. Penjual es krim tersebut hanya memberikan alamat rumah Mang Ji kepada Laras.

Saat itu juga Laras dan Nayli mengayuh sepedanya menuju ke rumah Mang Ji. LaluLaras mengetuk pintu rumah Mang Ji. Dan tiba-tiba yang membukakan pintutersebut adalah Sasa teman Laras dan Nayli sekelas. “Sasa, loh kenapa dua hari ini kamu tidak masuk sekolah? Bukankahini rumah Mang Ji?” tanya laras kepada Sasa.”Masuk dulu Ras, Nay. Iya, sebenarnya Mang Ji adalah ayahku. Tapiaku tidak pernah bercerita kepada teman-teman. Saat ini ayahku sedang sakit.

Karean itulah ayahku sudah tidak berjualan sejak kemarin.” Kata Sasa sambilberjalan mendekati ayahnya. “Pantas saja, sudah beberapa hari ini aku ingin membeli cilokbuatan ayah kamu tapi tak pernah ada. Semoga lekas sembuh ya Mang.’ Kata Laras.

“Terimakasih ya Ras. Aku belum bisa membawa ayahku berobat kedokter. Sebab aku hanya tinggal berdua dengan ayahku, dan kami belum punyacukup uang untuk berobat.” Kata Sasa sambil tertunduk dan menyeka air mata.”Sudahlah Sa, jangan bersedih kami akan berusaha membantu kamu.”Kata Laras. Lalu Laras dan Nayliberpamitan pulang.

Seusainya mengunjungi Rumah Mang Ji yang juga rumah temannyayaitu Sasa. Keesokan harinya mereka berdua meminta bantuan sumbangan keteman-teman sekelasnya untuk berobat Mang Ji sekaligus membantu temannya yaituSasa. Seusai pulang sekolah dan uangnya sudah terkumpul Laras dan Nayli segeramengantarkan uang tersebut ke rumah Mang Ji. Dan pada hari itu juga Mang Jidibawa berobat. Sasa sangat bersyukur mempunyai teman yang amat peduli dengankeadaan ayahnya. Semenjak itu, semua menjadi bersahabat dengan baik dan Mang Jisudah sembuh dan dapat berjualan cilok seperti biasanya.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out