Site Loader

2.1     Anatomi dan Fisiologi Bola Mata2.1.

1 Anatomi Bola Mata          Bola mata beserta otot penggerak bola matayang terdiri dari musculus rectus superior, musculus rectus lateralis, musculurrectus medialis, musculus obliqus superior, musculus obliqus inferior, kelenjarair mata dan saraf mata terletak di dalam cavum orbita (Octavia, 2016).          Gambar 2.1 Otot Penggerak BolaMata (Octavia, 2016)           Cavum orbita secara skematisdigambarkan sebagai piramida dengan empat dinding yang mengerucut ke posterior.Atap cavum orbita dibentuk oleh pars orbitalis ossis frontalis, dinding lateraldipisahkan dari bagian atap oleh fissura orbitalis superior yang memisahkan alaminor dari ala mayor ossis sphenoidalis.

Bagian anterior dinding lateraldibentul oleh ossis zygomayticus. Dasar orbita dipisahkan dari dinding lateraloleh fisura orbitalis inferior. Pars orbitalis maxillae membentuk daerahsentral. Processus frontalis maxillae di medial dan os. Zygomaticum di lateralmembentuk tepi inferior orbita. Dinding medial cavum orbita terdiri dari os ethmoidalis,os lacrimalis, corpus ossis sphenoidalis dan processus angularis ossisfrontalis (Riordan-Eva danWhitcher, 2010).

            Gambar 2.2 Tulang-Tulang Orbita KananTampak Anterior (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010).           Pembuluh darah mata merupakan cabangdari arteri ophtalmica, yaitu cabang besar pertama arteri carotis internabagian intrakranial.

Cabang ini berjalan dibawah nervus opticus dan melewatikanalis optikus menuju ke orbita. menembus aklera bersama nervus opticus.Cabang lain dari arteri ophthalmica adalah arteri lacrimalis, arteri ciliarisposterior longus dan brevis, atreri palpebrales medialis, arterisupraorbitalis, dan arteri supratrochlearis (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010). Pembuluh darah di lapisan sebelah dalam bernama koroid.

Pada lapisan koroid terdapat arteri centralis retinae dan cabang dari pembuluhdarah lainnya. Darah vena keluar dari tempat yang sama dan bermuara pada sinuscavernosus. Pembuluh darah dan saraf dapat ditemukan dibagian dalam bola matayang dinamakan discus nervi optic(Wibowo, 2009).          Bola mata berbentuk hampir bulatdengan diameter anteroposterior sekitar 24,2 mm.

MenurutIlyas dan Yulianti (2015), Bola mata dibungkus oleh 3 lapis jaringan, yaitu:a.        SkleraSebagian besar bola mata ditutupi oleh suatu lapisan kuatyang disebut sklera, yang membentuk bagian putih mata (Sherwood, 2011). Skleramerupakan jaringan ikat yang kenyal dan merupakan bagian terluar yangmelindungi bola mata.  Bagian terdepansklera adalah kornea yang bersifat transparan sehingga memudahkan sinar masukke dalam bola mata.  Kornea orang dewasamempunyai tebal rata-rata 550 µm di pusatnya, diameter horizontal 11,75 mm danvertikal 10,6 mm.

Dari anterior ke posterior, kornea memiliki lima lapisan yangberbeda beda yaitu, lapisan epitel, lapisan Bowman, stroma, membran Descement,dan lapisan endotel. Sumber nutrisi untuk kornea adalah pembuluh-pembuluh darahlimbus, humor aqueous, dan air mata. Saraf sensorik kornea berasal dari cabangpertama nervus kranialis (Riordan-Evadan Whitcher, 2010).b.       UveaJaringan uvea merupakan jaringanvaskular tengah mata dan dilindungi oleh kornea dan sklera (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010).Jaringan sklera dan uvea dibatasi oleh ruang yang potensial mudah dimasukidarah bila terjadi perdarahan pada ruda paksa yang disebut perdarahansuparaknoid. Jaringan uvea ini terdiri atas koroid, iris, dan badan siliar.

Koroid merupakan segmen posterior dariuvea, terletak diantara retina dan sklera, pada lapisan tengah di bawah sklera.Koroid merupakan bagian yang berpigmen banyak dan mengandung banyak pembuluhdarah yang memberi nutrisi bagi retina. Lapisan anterior dari koroid mengalamispesialisasi membentuk badan siliar dan iris (Sherwood, 2011).

Terdapat ruangsuprakoroid yang terletak di antara koroid dan sklera. Kumpulan pembuluh darahkoroid mendarahi bagian luar retina yang menyokongnya (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010).Iris memiliki permukaan pipih denganapertura bukat yang terletak di tengah yang disebut pupil. Iris terletakbersambungan dengan permukaan anterior dari lensa yang memisahkan bilik matadepan dari bilik mata belakang, yang masing-masing berisi aqueous humor (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010).Pada iris terdapat pupil yang memiliki 3susunan otot sehingga dapat mengatur jumlah sinar masuk ke dalam bola mata. Ototdilatator terdiri atas jaringan ikat yang dapat berkontraksi disebut selmioepitel.

Sel ini dirangsang oleh sistem saraf simpatetik sehingga mengakibatkansel berkontraksi dan melebarkan pupil sehingga lebih banyak cahaya yang masuk.Otot dilator pupil yang dipersarafi oleh aktivitas simpatis bekerja berlawanandengan otot konstriktor yang berfungsi mengecilkan pupil. Sedangkan sfingteriris dan otot silliar di persarafi oleh parasimpatis melalui nervus kranialisIII.

 Otot siliar yang terletak di badansiliar mengatur bentuk lensa untuk kebutuhan akomodasi (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010).Badan siliar yang terletak di belakangiris menghasilkan cairan bilik mata (akuoshumor), yang dikeluarkan melalui trabekulum yang terletak pada pangkal irisdi batas kornea dan sklera. (Ilyas dan Yulianti,2015).c.         RetinaRetina merupakan lembaran jaringan sarafberlapis yang tipis dan semi transparan yang melapisi bagian dalam dua pertigaposterior dinding bola mata (Riordan-Evadan Whitcher, 2010).

Retina merupakan bagian yang terletak paling dalam dan mempunyai 10 lapismembran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada sarafoptik dan diteruskan ke otak. Lapisan-lapisan retina mulai dari sisi dalamyaitu membraan limitans interna, lapisan serat saraf, lapisan sel ganglion,lapisan pleksiform dalam, lapisan inti dalam, lapisan fleksiform luar, lapisaninti luar, membran limitans eksterna, lapisan fotoreseptor, dan epitel pigmenretina (Riordan-Eva dan Whitcher, 2010). Retina mengandung sel batang dan sel kerucut,fotoreseptor yang mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Seperti dindinghitam sebuah studio foto, pigmen koroid dan retina dapat menyerap sinar setelahmengenai retina untuk mencegah pantulan atau pembuyaran sinar di dalam mata(Sherwood, 2011).               Gambar 2.3 Anatomi Bola Mata           Bagian inferior dari mata terdiri dari 2 rongga berisicairan yang dipisahkan oleh lensa transparan berbentuk elips yang tembus cahayadari kornea hingga ke retina. Lensa dibungkus oleh kapsula lentis. Ronggabelakang diantara lensa dan retina mengandung bahan setengah cair mirip gelyang disebut humor vitreus.

Cairan ini penting untuk mempertahankan bentuk bolamata agar tetap bulat. Sementara rongga anterior antara kornea dan lensamengandung cairan jernih yang disebut humor aquosus. Cairan ini membawa nutrienuntuk kornea dan lensa, yaitu dua struktur yang tidak memiliki aliran darah.Humor aquosus dihasilkan dengan kecepatan sekitar 5 ml/hari oleh suatu jaringankapiler yang disebut badan siliar (Sherwood, 2011). 2.1.2  Fisiologi Aqueous Humour          Aqueous humour diproduksi oleh suatu jaringen kapiler pada matayang terletak di badan siliaris, suatu turunan anterior khusus lapisan koroid.Cairan ini diproduksi dengan kecepatan sekitar 5 mL/hari dan mempunyai fungsiuntuk membawa nutrisi bagi kornea dan lensa mata, karena adanya pembuluh darahpada struktur ini akan menyebabkan terganggunya cahaya yang akan masuk ke dalamretina.

          Aqueous humour akan didrainase melewati bilik mata belakang menujuke sudut antara iris bagian posterior dan lensa bagian anterior. Setelahmelalui sudut iris dan lensa, aqueoushumour berada di bilik mata depan danakan disalurkan keluar mata melalui trabecularmeshwork yang nantinya akan disalurkan menuju kanal Schlemm’s dan mengalirmenuju kanal kolektor di episcleral vena. Jika ada gangguan pengeluaran, makaTIO mata akan meningkat.          Aqueous humour normal terdiri dari 99,9% air,sisanya adalah zat organik dan inorganik seperti protein, glukosa, elektrolit(Na+, Cl-, HCO3-), asam askorbat,dan H2O2 dan memiliki pH sekitar 7,2.2.2      Hipertensi Okuli Terinduksi Steroid          Hipertensi okuli adalah kondisidimana Tekanan Intra Okuli (TIO) pada bola mata lebih besar daripada 21 mmHgtanpa dijumpai adanya kelainan pada lapang pandang dan Diskus Optikus(Babizhayev, 2011). Ada 2 mekanisme dalam terjadinya kenaikan TIO, yaitu sudutterbuka dan sudut tertutup. Sudut tertutup adalah gangguan pada drainase aqueous humour dikarenakan tertutupnyasudut antara iris dan lensa menyebabkan aqueoushumour tidak dapat didrainase keluar dari bilik mata depan.

Penggunaansteroid jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan TIO melaluimekanisme sudut terbuka. Mekanisme sudut terbuka adalah kenaikan TIO padakeadaan sudut iris dan lensa yang terbuka dan dikarenakan adanya gangguan padaaliran keluar di kanal Schlemm maupun di trabecularmeshwork. Karena degenerasi bagian tersebut atau adanya sumbatan padabagian tersebut. Gambar 2.4Glaukoma sudut tertutup Gambar 2.5Galukoma Sudut Terbuka 2.2.

1  FaktorResiko         Pada penderita yang mendapat terapi steroid secara topikalpada mata, sebanyak 5% menunjukkan kenaikan TIO >15 mmHg, sebanyak 30%menunjukkan kenaikan antara 6-15 mmHg  (Jones dan Rhee, 2006). Beberapa faktor resiko telahdiidentifikasi terkait kenaikan tekanan intra okuli, antara lain:a.  Penderita Glaukoma Sudut Terbuka dan SuspekGlaukoma b.Usia pasien yang tua c.  Mempunyai kerabat dekat yang menderitaGlaukoma Sudut Terbuka d.

Pasien dengan kelainan jaringan penghubung pada matae.  Pasien myopia (Jones dan Rhee, 2006)f.  Pasien anak – anak dibawah usia 6 tahun (Lam et al., 2005) 2.2.2  Patofisiologi         Kortikosteroid menyebabkan hipertensi okuli dengan caramenaikkan resistensi aliran keluar aqueoushumour dari bilik mata depan. Ada tiga kategori yang dapat digunakan untukmenjelaskan fenomena tersebut, yaitu: Kortikosteroid dapat mengubahmikrostruktur dari trabecular meshwork;menyebabkan meningkatnya deposisi substansi di trabecular meshwork, yang menyebabkan pengurangan aliran keluar aqueous humour; dan menghambat enzimprotease dan fagositosis sel endotel trabecularmeshwork, yang menyebabkan pengurangan dalam penghancuran substansi di trabecular meshwork (Jones dan Rhee,2006).          Perubahan pada struktur mikro dari trabecular meshwork mungkin dapat menyebabkan pengurangan daripengeluaran dan peningkatan dari TIO.

Kersey dan Broadway (2006) menjelaskanbahwa actin stress fibers diorganisirkembali menjadi jaringan actin yang menyerupai kubah geodesi polygonal lattice dalam sel trabecular meshwork manusia yangdikultur dengan paparan dexamethasone. Penghentian pemberian dexamethasonemenyebabkan efek yang terjadi menjadi norml seperti semula. Efek inidiperkirakan dimediasi oleh glucocorticoid reseptor yang ada di trabecular meshwork. Perubahan padamikrostruktur ini menyebabkan kenaikan pada resistensi pengeluaran aqueous humour sehingga terjadi kenaikanTIO.         Yang terakhir, pengurangan aliran pengeluaran aqueous humour dapat disebabkan olehberkurangnya degradasi substansi di dalam trabecularmeshwork. Kandungan tissueplasminogen activator, stromelysin, dan metalloprotease ditemukan berkurangpada kultur jaringan trabecular meshwork yangdiberi dexamethasone. Selain itudexamethasone juga menghambat metabolisme dari asam arakhidonat yang akhirnyamenghambat sifat fogositosis dari sel. Karena fungsi sel di trabecular meshwork untuk menghilangkandeposit debris terganggu, pada akhirnya menyebabkan pengurangan aliran keluar aqueous humour pada bilik mata depanyang akhirnya menaikkan TIO.

 2.2.3  TataLaksana            Saat ini tata laksana utama dalammengobati kondisi hipertensi okuli adalah dengan cara mengurangi tekanan intraokuli sampai dibawah 21 mmHg. Penatalaksanaan pada pasien dengan glaukoma berujuanuntuk mempertahankan fungsi visual dengan mengendalikan tekanan intraokuler dandengan begitu akan mencegah atau menunda kerusakan saraf optik yang lebihlanjut. Pemberian penatalaksanaan secara dini dapat meminimalisasi terjadinyagangguan penglihatan. Penurunan tekanan intraokular dapat mencegah terjadinyakerusakan pada nervus optikus.Penatalaksanaanmedikamentosa dapat dibagi berdasarkan cara kerjanya  dalam menghambat produksi aqueus humor, fasilitasi aliran keluar aqueus humor, reduksi volume vitreusserta miotik, midriatik dan siklopegik.

Obat-obatan yang digunakanantara lain: a.     Beta-blockers: Bekerja dengan menurunkanproduksi aqueous humour dengan caramemblok reseptor beta. Contohnya Timolol, Betaxolol, dan Carteolol.

b.     Agonis alpha: Bekerja dengan menurunkanproduksi cairan sekaligus meningkatkan aliran keluar aqueous humour. Contohnya Brimonidine dan Apraclonidine. c.

     Analog prostaglandin/prostamide: Contohnya Latanaprost 0,005% bekerja denganmeningkatkan aliran keluar aqueous humourmelalui non-conventional (uveo-scleral)outflow pathway. d.     Inhibitor karbonilanhidrase: ContohnyaAcetazolamide, Dorzolamide dan Brinzolamide.

Bekerja dengan menurunkan produksiaqueous humour.e.    Agoniskolinergik: contohnya Pilokarpin. Bekerja dengan meningkatkan aliran keluaraqueous humor melalui conventionaloutflow pathway.f.      Obat-obatan lain seperti Epinefrin(meningkatkan outflow dan menurunkanproduksi aqueus humor).g.     Agen Hiperosmotik untuk menurunkan volumebadan vitreus seperti gliserol, isosorbid, urea, dan manitol.

Pada umumnya operasi ditangguhkan selamamungkin dan baru dilakukan bila terjadi beberapa keadaan antara lain seperti TIOtak dapat dipertahankan di bawah 22 mmHg, lapang pandangan yang terus mengecil,pPada pasien yang tidak dapat dipercaya pengobatannya, tidak mampu membeli obatuntuk seumur hidup, tak tersedia obat-obatan yang diperlukan. Teknik bedah yangdilakukan adalah dengan iridotomi perifer, trabekuloplasti serta bedah untukdrainase (prosedur trabekulektomi). Jika semua usaha bedah tersebut gagaldilakukan prosedur siklodestruktif untuk menghancurkan badan silier. Prosedursiklodestruktif antara lain dengan krioterapi, diatermi, ultrasonik frekuensitinggi dan dengan termal neodynium.2.3      Stres Oksidatif2.

3.1 Definisi   Stresoksidatif merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan antara produksi radikalbebas atau reactive oxygen species (ROS) dengan antioksidan, dimana kadarradikal bebas lebih tinggi dibandingkan antioksidan (Kurkcu, 2010) Tanpadisadari didalam tubuh kita terbentuk radikal bebas terus menerus baik melaluiproses metabolisme sel normal, respon terhadap pengaruh dari luar tubuh maupunpenambahan usia. Pada kondisi fisiologis, antioksidan sebagai sistem pertahanandalam tubuh dapat membantu sel dan jaringan melawan radikal bebas yangterbentuk (Winarsi, 2007). 2.3.2 Radikal BebasRadikal bebas merupakan senyawa atau molekul yangmemiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbit luarnya,sehingga sangat reaktif dalam mencari pasangan. Radikal bebas dapat berasaldari dalam tubuh sendiri sebagai bagian dari proses metabolisme normal ataukarena proses patologis seperti inflamasi, atau dapat berasal dari sumber luarseperti karena polusi udara, asap rokok, zat kimia industri, dan paparan ozon(Lobo et al.

, 2010). Dalam mencari pasangannya,senyawa atau molekul ini menyerang dan mengikat elektron molekul lain yanngberada disekitarnya. Bila elektron yang terikat oleh senyawa radikal bebas yangbersifat ionik maka tidak berbahaya, namun bila terikat pada senyawa yangberikatan kovalen maka akan sangat berbahaya karena digunakan bersama-sama padaorbit luarnya. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen ada molekul besar sepertilipid, protein, dan DNA. Dari ketiga molekul tersebut, yang paling rentanterhadap serangan radikal bebas adalah asam lemak tak jenuh (Winarsi, 2007).Radikal bebas dapatmerusak jaringan normal terutama apabila jumlahnya terlalu banyak.

Akibat dariradikal bebas dalam jumlah besar adalah gangguan produksi DNA, lapisan lipidpada membran sel, pembuluh darah, produksi prostaglandin, kerusakan sel danmengurangi kemampuan sel untuk beradaptasi terhadap lingkungannya (Pratiwi,2010).      Perusakansel oleh radikal bebas reaktif didahului oleh kerusakan membran sel, denganrangkaian proses sebagai berikut:a.         Terjadiikatan kovalen antara radikal bebas dengan komponen membran, sehingga terjadiperubahan struktur dan fungsi reseptor.b.         Oksidasigugus tiol pada komponen membran oleh radikal bebas menyebabkan proses transport lintasmembran terganggu.

c.         Reaksiperoksidasi lipid dan kolesterol membran yang mengandung asam lemak tak jenuhmajemuk (PUFA) menghasilkan kerusakan membran sel, antara lain dengan mengubahfluiditas, cross linking, strukturdan fungsi membran serta menyebabkan kematian sel (Yudaristy dan Wahyuni, 2012). 2.

4          Malondialdehyde(MDA)MDA merupakan produkperoksidasi lipid yang berupa aldehid reaktif dan merupakan salah satu daribanyak spesies elektrofil reaktif yang menyebabkan stress toksik pada sel. MDAdapat bereaksi dengan deoksiguanosin dan deoksiadenosin pada DNA dan membentuksubstansi yang bersifat mutagenik (Janero, 2001). Peredaran MDA merupakan salah satu biomarkerstress oksidatif yang umum dan banyak digunakan. MDA memiliki dua bentuk, yaitubebas atau terikat secara kovalen dengan protein, asam nukleat, lipoprotein danasam amino tertentu (Tsikas et al.,2015).  Gambar 2.6 Ikatan KimiaMalondialdehid          MDA dibentuk dari lipid yang mengalami reaksi lipidperoksidasi, dimana oksidan seperti spesies radikal bebas atau non radikalspesies mengambil electron dari lipid yang mengandung ikatan kovalenkarbon-karbon, terutama polyunsaturatedfatty acid (PUFAs) yang melibatkan perpindahan hydrogen dari karbon danpenambahan oksigen menghasilkan lipidperoxyl radicals dan hydroperoxides sebagaiproduk utama dan MDA sebagai salah satu produk sekunder yang paling mutagenik (Ayala et al, 2014).

         Pada hipertensi okuli kadar MDA dapat ditemukan meningkatpada trabecular meshwork (Babizhayev,2011), lensa mata (Babizhayev & Bunin, 1989), dan juga padaretina (Moreno et al,2004).MDA merupakan marker yang paling banyak diteliti dan dianggap sebagai markerlipid peroksidasi in vivo yang baik, baik pada manusia maupun pada binatang.Alasan lain MDA sangat cocok sebagai biomarker untuk stres oksidatif karenapembentukan MDA sesuai dengan stres oksidatif, kadanya dapat diukur secaraakurat dengan berbagai metode, bersifat stabil, dan terdapat dalam jumlah yangdapat dideteksi pada semua jaringan tubuh dan cairan biologis (Surya, 2013).

Salah satu cara untuk mengukur kadar MDA adalah melalui metode Thiobarbiturat Acid Reactive Substances(TBARS) dimana asam Thiobarbiturat akan bereaksi dengan MDA dan menghasilkan produkyang fluorescent yang nantinya akandiukur melalui metode spektofotometri atau fluorometri (Tsikas et al., 2015). 2.

5     Murbei2.5.1  Definisi         Murbei (Morus alba L.),termasuk dalam famili moraceae merupakan tumbuhan yang berasal dari cina dantumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dari permukaan laut, danmemerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan ini telah banyak dibudidayakan danmenyukai daerah – daerah yang cukup basah seperti lereng gunung, tetapi padatanah yang berdrainase baik (Dalimartha, 2002). Pohon murbei dapat tumbuh hingga 9 meter dengan ciri-ciri percabanganbanyak, cabang muda, berambut halus, daun tunggal, letak berselang danbertangkai dengan panjang 1-4 cm.

Bentuk daun murbei bulat seperti telur, ujungruncing, pangkal tumpul tepi bergerigi, pertulangan menyirip, agak menonjol,permukaan daun kasar serta berwarna hijau. . Dalam satu pohon terdapatbunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah, selain itu tanamanmurbei dapat berbunga sepanjang tahun.

Buah murbei memiliki kandungan air yang cukup banyak, berwarna hijau setelah masak menjadi hitam, buahkecil dan saling berlekatan dan bijinya kecil berukuran 1-1,2 mm. 2.5.2  TaksonomiKingdom               :PlantaeDivisi                    :SpermatophyteSubdivisi               :AngiospermaeKelas                     :DicotyledoneaeOrdo                      :Urticalis Famili                    :MoraceaeGenus                    :MorusSpesies                  : Morus alba2.5.3  KandunganFitokimia dan Manfaat Daun MurbeiBeberapa bahan kimia yang terkandung pada daun murbeidiantaranya yaitu Ecdysterone, B-Sitosterone, Eugenol, Linalool, Trigonellin, Zinc, VitaminB dan C, Asam klorogenik, Asam fumarat, Asam folat (Nur’aini, 2014).Skrining fitokimia ekstrak etanol daun murbei menunjukkandaun murbei mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, dan terpenoid. Sedangkanpada buah murbei mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, dan steroid.

Hasiluji kandungan total fenol pada daun dan buah murbei menunjukkan ekstrak etanoldaun dan buah murbei berturut-turut mengandung fenol sebesar 8,601 % dan8,047%. Hasil uji kandungan flavonoid menunjukkan daun dan buah murbeiberturut-turut mengandung flavonoid sebesar 3,363% dan 3,061%. Hasil tersebutmenunjukkan bahwa daun murbei memiliki kandungan fenol dan flavonoid yang lebihtinggi dibandingkan buah murbei. Kadar flavonoid yang lebih tinggi pada ekstraketanol daun murbei menyebabkan ekstrak etanol daun murbei memiliki aktivitasantioksidan yang lebih besar dibandingkan ekstrak etanol buah murbei (Hilwiyah,2013). Kandungansenyawa aktif daun murbei secara umum meliputi golongan fenolik, flavonoidseperti rutin, kuersetin, asam galat dan asam klorogenik (Katsube et al. 2006).

Kandungan flavonoid padaekstrak daun murbei kering diketahui sebanyak 14,8 mg/g dengan kandungan palingbanyak rutin dan kuersetin (Zhisen, 1999). Flavonoid yang paling banyakditemukan di daun murbei adalah quercetin 3-(6-malonylglucoside) (900 mg/100 gdaun kering), sebagai penyumbang aktivitas antioksidan terbesar di daun murbei(Katsube et al, 2006). Gambar 2.7Struktur Kimia Kuersetin Kuersetinbekerja menghambat pembentukan MDA dengan cara sebagai hidrogen atom transfer (HAT) yaitu dengan mendonorkan atom hidrogendan single electron transfer (SET)dengan mentransfer elektron untuk mereduksi metal ion, radikal dan carbonyls. Mekanisme transfer hidrogendapat mencegah tahap inisiasi peroksidasi lipid dengan bereaksi dengan lipidradikal atau secara langsung menghambat tahap propagasi peroksidasi lipiddengan bereaksi dengan peroxylradikal atau radikal akoxyl sehinggamencegah pembentukan MDA secara berkelanjutan (Aytul, 2010).

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out